Sabtu, 12 November 2016

Entrepreneur dan Arti Entrepreneur



Salam sukses....!
Tahukah Anda berapa jumlah penduduk indonesia saat ini? Saya juga awalnya tidak tahu berapa jumlahnya tetapi setelah saya browsing ternyata berdasarkan data statistik saat ini sudah hampir 300 juta jiwa penduduk Indonesia. Hmmm...banyak juga ya !
Dari jumlah penduduk Indonesia hanya 0,25%  yang memilih sebagai entrepreneur, padahal idealnya untuk mencapai kesejahteraan penduduk di Indonesia paling sedikit terdapat 25% entrepreneur. Keadaan inilah yang menjadi salah satu faktor pengaruh terhadap sulitnya peningkatan kesejahteraan di Inonesia. Pola pikir masyarakat Indonesia masih terpengaruh ideologi peodalisme dimana kedudukan jabatan lebih menjadi pilihan utama sehingga bayak lulusan sekolah memilih untuk berkarir sebagai pegawai negeri ataupun pegawai swasta. Adapun menjadi entrepreneur adalah pilihan terakhir. Hadeuh....ironis sekali.
Dari pemaparan diatas sebenarnya anda tahu tidak apakah entrepreneur itu? Saya akan kutipkan beberapa pengertian entrepreneurship dari beberapa tokoh entrepreneurship yang saya anggap sudah mewakili makna dari arti kewirausahaan :
1. Peter F. Drucker, seorang pemikir manajemen AmerikaSerikat, menyatakan bahwa yang dimaksud entrepreneurship adalah “Aktivitas yang secara konsisten dilakukan guna mengkonversi ide-ide yang bagus menjadi kegiatan usaha yang menguntungkan”.
2. Peggy A. Lambing dan Charles R. Kuehl dalam bukunya menyatakan entrepreneurship adalah “Tindakan kreatif yang membangun sesuatu value dari suatu yang tidak ada”. Entrepreneurship merupakan proses untuk menangkap dan mewujudkan peluang terlepas dari sumber daya yang ada, serta membutuhkan keberanian untuk mengambil risiko yang telah diperhitungkan.
3. S. Wijandi, Kewirausahaan adalah “suatu sifat keberanian, keutamaan dalam keteladanan dalammengambil resikoyang bersumber pada kemampuan sendiri”.
4. Howard H. Stevenson, seorang dosen Harvard University, berkata: “Kewirausahaan adalah pendekatan pada manajemen yang kami definisikan sebagai berikut: mengejar peluang tanpa memperdulikan sumber daya yang saat ini ada dibawah kendali
Dari keempat arti entrepreneurship diatas, bisa disimpulkan bahwa makna dari entrepreneurship lebih mengarah kepada sebuah tindakan yang memiliki sifat keberanian, kreatif, inovatif, tahan dengan tantangan hidup, serta sanggup dalam menangkap dan mewujudkan sebuah peluang. Jadi dalam jiwa entrepreneurship, selalu ada prinsip-prinsip jiwa ksatria yang selalu mau bekerja keras, tidak mudah menyerah, tanpa meninggalkan unsur keluhuran budi serta kejujuran.
Setiap orang sejatinya mampu memiliki jiwa entrepreneurship, karena jiwa entrepreneurship sebenarnya hanyalah masalah didikan bukan bakat, dapat dipelajari dan dapat dilatih. Yang menjadi masalah adalah Anda harus mengubah mindset Anda, yaitu dari cara berpikir kebanyakan orang menjadi cara berpikir layaknya orang-orang “besar” yang ada di dunia ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar